it`s me

it`s me
real me

Selasa, 15 Maret 2011

last child "PEDIH" biar kita saling mengobati luka hati ini

Engkau yang sedang patah hati
Menangislah dan jangan ragu ungkapkan
Betapa pedih hati yang tersakiti
Racun yang membunuhmu secara perlahan

Engkau yang saat ini pilu
Betapa menanggung beban kepedihan
Tumpahkan sakit itu dalam tangismu
Yang menusuk relung hati yang paling dalam

Hanya diri sendiri
Yang tak mungkin orang lain akan mengerti
Di sini ku temani kau dalam tangismu
Bila air mata dapat cairkan hati
Kan ku cabut duri pedih dalam hatimu
Agar kulihat, senyum di tidurmu malam nanti
Anggaplah semua ini
Satu langkah dewasakan diri
Dan tak terpungkiri
Juga bagi…

Engkau yang hatinya terluka
Di peluk nestapa tersapu derita
Seiring saat keringnya air mata
Tak mampu menahan pedih yang tak ada habisnya

Hanya diri sendiri
Yang tak mungkin orang lain akan mengerti
Di sini ku temani kau dalam tangismu
Bila air mata dapat cairkan hati
Kan ku cabut duri pedih dalam hatimu
Agar kulihat, senyum di tidurmu malam nanti
Anggaplah semua ini
Satu langkah dewasakan diri
Dan tak terpungkiri
Juga bagi..mu…

bahasana kasar wae kamu mah.....

teu robah2....teu mantes bahasa kasar kitu cewe`

mana yang paling setia, Wanita atau Pria?

Bicara tentang cinta dan kesetiaan, tentu tak lepas dari yang namanya wanita dan pria. Sebab cinta hadir dan tumbuh diantara dua insan yang berbeda jenis, meski tidak menutup kemungkinan cinta juga hadir pada sesama jenis, tapi tentu ini jarang sekali terjadi.

Wanita sejak zaman dulu selalu dianggap sebagai ‘makhluk’ yang paling setia terhadap yang namanya cinta. Kalau dia sudah mencintai seorang pria, maka dia akan sekuat tenaga agar cintanya tersebut abadi. Rintangan dan badai sebesar apapun pasti bakal dihadapinya demi cinta tersebut.


Di zaman sekarang, masih relevankah anggapan tersebut? Apakah wanita masih makhluk yang paling setia dibandingkan pria dalam urusan cinta? Ataukah justru saat ini, pria yang paling setia?


Bagi anda kaum wanita, mungkin akan sangat mendukung dan menganggap bahwa wanitalah yang paling setia dibandingkan pria.


Tapi bagi anda kaum pria, tentu akan menganggap sebaliknya dan dengan tegas berkata, justru Prialah yang paling setia. Emh… kalau sudah begini, memang sangat sulit menentukan siapa yang paling setia? Sebab meskipun sampai beradu argumen, tentu “kedua kubu” bakal menunjukkan dan berlomba memperlihatkan bukti bahwa kubunya yang paling setia.


Bukan bermaksud membela pria, tapi bila ada seorang pria yang berselingkuh, tak adil bila kita lalu memandang bahwa semua pria tidak setia. Mesti diingat bahwa perselingkuhan seorang pria, pasti terjadi dengan seorang wanita dan itu artinya bahwa wanita ikut andil bagian terhadap proses terjadinya perselingkuhan dan itu artinya wanita juga yang menjerumuskan pria untuk tidak setia. Jadi, mana yang paling setia, Wanita atau Pria?

Renungan Malam


Seorang Dosen mengadakan suatu permainan kecil kepada mahasiswanya yang sudah berumah tangga.

"Mari Kita buat satu permainan, mohon satu orang bantu saya sebentar."

Kemudian salah satu mahasiswa berjalan menuju Papan Tulis.

DOSEN: Silahkan Tulis 10 nama yg paling dekat dengan anda pada papan Tulis.

Dalam sekejap sudah dituliskan semuanya oleh mahasiswa tersebut.

Ada nama tetangganya, nama orang tuanya, kekasihnya, anaknya dan lain-lain.

Dosen: Sekarang silahkan Coret 2 nama yg menurut anda tidak penting.

Mahasiswa itu lalu mencoret nama tetangganya.

Dosen: Silahkan Coret 2 lagi !

Mahasiswa itu lalu mencoret nama teman2 kantornya.

Dosen: silahkan Coret 1 lagi !

Mahasiswa Itu mencoret lagi satu nama dari papan tulis dan seterus sampai tersisa 3 nama yaitu orang tuanya, istrinya, dan anaknya.

Suasana kelas hening... Mereka mengira semua sudah selesai dan tidak ada lagi yg harus d pilih.

Tiba tiba Dosen Berkata

Dosen: Silahkan Coret 1 lag i!

Mahasiswa itu perlahan mengambil pilihan yg amat sulit lalu dia mencoret nama orang tuanya secara perlahan.

Dosen: Silahkan Coret 1 lagi!

Hatinya menjadi bingung. Kemudian mengangkat kapur dan lambat laun mencoret nama anaknya.

Dalam sekejap waktu mahasiswa itupun menangis.

Setelah suasana tenang sang Dosen bertanya kepada Mahasiswa itu. "Orang terkasihmu bukan orang tuamu dan anakmu? Orang tua yang membesarkan Anda, anak anda adalah darah daging anda , sedang istri itu bisa di cari lagi. Tapi mengapa anda berbalik memilih istri anda sebagai orang yang paling sulit untuk dipisahkan?

Semua orang didalam kelas terpana dan menunggu apa jawaban dari Mahasiswa tersebut.

Lalu mahasiswa itu perlahan berkata, "Sesuai waktu yang berlalu, orang tua akan pergi dan meninggalkan saya, sedang anak jika sudah dewasa setelah itu menikah pasti meninggalkan saya juga, yang benar2 bisa menemani saya dalam hidup ini hanyalah istri saya."

tak pernah ku berhenti mengucap kata taubat itu...di setiap malamku...di setiap ku bersujud menghadap-MU(sholat wajibku) ya Robb....Yakin ENGKAU Yaa..Gofarr..

“Laki-laki yg berzina itu tidak menikahi kecuali wanita yg berzina atau wanita musyrikah. Dan wanita yang berzina itu tidak dinikahi kecuali oleh laki-laki yg berzina atau seorang laki-laki yang musyrik dan yang demikian itu diharamkan bagi orang-orang beriman.” (Surat An-Nuur: 3)
Apabila kita membaca ayat yang mulia ini yang Allah akhiri ayat ini dengan “dan hal itu diharamkan bagi orang-orang beriman,” maka kita bisa simpulkan dari hal ini satu hukum, yaitu HARAMNYA menikahi wanita yang berzina dan HARAMNYA menikahkan laki-laki yang berzina.
Artinya, seorang wanita yang berzina itu tidak boleh bagi orang lain yaitu bagi laki-laki lain untuk menikahinya dan bahwa seorang laki-laki yang berzina itu tidak boleh bagi seseorang untuk menikahkan anak perempuannya dengannya.

Dan apabila kita mengetahui hal tersebut dan bahwa hal itu diharamkan bagi orang-orang yang beriman, maka sesungguhnya orang yang melakukan perbuatan yang keji ini kondisi/keadaanya tidak terlepas dari keadaan orang yang mengetahui haramnya perbuatan tersebut, namun ia tetap menikahi wanita itu dikarenakan dorongan hawa nafsu dan syahwatnya, maka pada saat seperti itu, laki-laki yang menikahi wanita yang berzina itu juga tergolong sebagai seorang pezina sebab ia telah melakukan akad yang diharamkan yang ia meyakini keharamannya.

Dari penjelasan ini jelaslah bagi kita tentang hukum haramnya menikahi wanita yang berzina dan tentang haramnya menikahkan laki-laki yang berzina.

Jadi, hukum asal dalam menikahi seorang wanita yang berzina itu adalah tidak boleh dinikahi kecuali oleh laki-laki yang berzina pula. Iya, ada diantara para ulama yang memfatwakan, apabila seorang laki-laki berzina dengan seorang wanita dan laki-laki ini bermaksud untuk menikahi wanita tersebut, maka wajib bagi keduanya untuk bertobat kepada Allah SWT. Kemudian hendaknya kedua orang tersebut melepaskan dirinya dari perbuatan yang keji ini dan ia bertobat atas perbuatan keji yang telah dilakukannya dan bertekad untuk tidak kembali kepada perbuatan itu serta melakukan amalan-amalan yang shalih.
Dan apabila laki-laki tersebut berkeinginan untuk menikahi wanita itu, maka ia wajib untuk membiarkan wanita itu selama satu masa haid yaitu 1 bulan, sebelum ia menikahi atau melakukan akad nikah terhadapnya. Apabila kemudian wanita itu ternyata hamil, maka tidak boleh baginya untuk melakukan akad nikah kepadanya kecuali setelah wanita tersebut melahirkan anaknya.

Hal ini berdasarkan larangan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, “Seseorang untuk menyiramkan airnya ke sawah atau ladang orang lain,” dan ini adalah bahasa kiasan, yaitu menyiramkan maninya kepada anak dari kandungan orang lain.
(Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Albani dalam “Shahih Sunan Abu Dawud” hadits nomor 2158)

hadits Rasulullah SAW

hadits Rasulullah SAW : “Nikahilah wanita karena empat alasan. Pertama karena hartanya, kedua karena kecantikannya, ketiga karena keturunannya dan keempat karena agamanya. Maka pilihlah wanita karena agamanya (yang baik).”

Siti Nurhaliza "Kesilapan Ku, Keegoan Mu"

Siti Nurhaliza

Kesilapan Ku, Keegoan Mu

Besar kesilapanku besar lagi kesilapanmu
Hampa yang kau rasakan hampa lagi perasaanku
Kau cuba menyatakan aku
Membuat kesilapan
Yang tak mungkin kau maafkan lagi
Ku tak mungkin kau perlu di sisi

Besar kesalahanku besar lagi keegoanmu
Berkali ku beri alasan berkali-kali kau menolaknya
Kau ingin ku menyatakan
Diri ini bagai lilin
Dan terbakar oleh perbuatanmu

Suasana sepi kini menambahkan bening
Di dalam hatiku
Mengadili silapmu biar di jiwamu aku telah tiada
Di waktu begini diusik kenangan silam
Yang bertandang
Lalu ku biarkan
Ia menabahkan hati ini

Kekasihku cukup engkau buat ku begini
Luka ini usah engkau berdarahkan kembali
Aku masih cinta padamu
Aku masih setia padamu
Kembalilah engkau padaku seperti dahulu

Di dalam rindu ku menangis
Di dalam kalbu ku terasa
Teringatmu di kala derita
Yang memisahkan kita

Di dalam sedu ku berseru
Yang terukir di dalam hatiku
Kekasih bukalah pintu
Untuk sekali ini
Aku cinta kepadamu